Van Gaal Berniat Pertahankan Giggs di Staff Kepelatihan

Van Gaal Berniat Pertahankan Giggs di Staff KepelatihanVan Gaal Berniat Pertahankan Giggs di Staff Kepelatihan – Pelatih yang berusia 62 tahun itu, yang akan segera diumumkan sebagai pelatih pengganti secara permanen dari David Moyes, selalu ingin memiliki seorang sekutu lokal di tangannya untuk memberikan nasihat setiap kali dirinya bergabung bersama dengan sebuah klub yang baru.

Louis van Gaal sangat ingin untuk mempertahankan Ryan Giggs di staf pelatih ketika dirinya akan mengambil alih kursi kepelatihan di Manchester United.

Pelatih asal Belanda itu akan segera diumumkan sebagai pelatih baru di Old Trafford dan sang pelatih ingin bekerja bersama dengan bos interim Giggs, terutama setelah sekutu Belanda-nya, Patrick Kluivert, tidak akan bergabung bersama dengannya di Inggris.

Giggs telah bertugas sebagai pemain – manajer sejak pemecatan David Moyes pada bulan April kemarin dan Van Gaal telah melihat sang legenda Inggris itu sebagai sebuah link yang berguna untuk klub.

“Ketika saya pergi ke sebuah klub baru, saya selalu ingin menjaga satu pelatih dari staf yang sudah ada. (Di Bayern Munich) orang itu adalah Herman Gerland, yang masih bekerja di bawah kepelatihan Pep Guardiola. Saya ingin tahu siapa yang datang melalui sistem pemain muda dan dia merupakan orang yang berkata kepada saya: ‘Thomas Muller, Holger Badstuber dan juga David Alaba. Mereka semua berasal dari sistem pemain muda.’“

Akan ada kekosongan di Old Trafford untuk kapten baru setelah Nemanja Vidic pergi pada musim panas ini ke Inter Milan dan, dengan Robin van Persie diperkirakan akan menjadi calon kuat kapten The Red Devils mengingat hubungannya dengan pelatih tim nasional Belanda tersebut, Van Gaal juga menjelaskan visinya terkait dengan kapten baru.

“Hal ini lebih didasarkan pada karakteristik, yang mana itu amat sangat penting bagi saya. Saya harus hidup dengan mereka dan memberi mereka lebih banyak tanggung jawab. Saya harus mengaguminya juga karena kepribadiannya, identitasnya. Kapten saya akan sangat profesional akan tetapi juga sangat ambisius serta jujur​​.”

”Masalah umur tidak penting. Ketika saya pindah ke Barcelona (tahun 1997), Pep Guardiola baru berusia 27 tahun – secara tradisional di Spanyol, kapten merupakan pemain yang tertua (namun) saya ingin memberinya tanggung jawab dan mentransfer filosofi saya, saya harus klik dengan kapten saya.”

Van Gaal dengan senang hati memberikan kesempatan bagi para pemain muda jika dibutuhkan dan juga senang melihat orang-orang yang telah dilatihnya pergi ke hal-hal yang besar.

“Kamu harus bermain sebagai sebuah tim dan bukan sebagai individu. Itulah mengapa saya selalu akan kembali ke visi, maka tim, dan kemudian pemain mana yang masuk dalam sistem saya – sebuah skema 4-3-3, karena saya selalu memainkan itu.”

“Jika seorang pemain muda bisa melakukannya, maka saya akan memilih dia. Jika itu merupakan seorang pemain yang lebih tua, itu tidak akan mengganggu saya; itu bukan faktor yang paling penting. Umur itu tidak penting.”