Samir Nasri Menepi Delapan Pekan

 

Samir Nasri Menepi Delapan Pekan – Kemenangan dua gol tanpa balas atas Newcastle United harus dibayar mahal oleh Manchester City. Gelandang asal Prancis Samir Nasri tidak dapat beraktifitas di atas lapangan hijau selama kurun waktu delapan pekan ke depan, setelah mendapatkan cedera tersebut ketika merumput di St James Park pada akhir pekan kemarin.

Bintang internaisonal Prancis itu harus meradang karena sendi lututnya mengalami cedera saat mendapatkan terjangan dari pemain Newcastle, Mapou Yanga-Mbiwa. Sebelumnya juga beredar kabar yang tidak sedap bahwa kemungkinan besar ia tidak dapat tampil lagi di sisa musim ini dan juga pada ajang Piala Dunia mendatang.

Namun demikian hal itu berakhir setelah laporan akurat menyebutkan ia hanya absen hingga pertengahan Maret mendatang, di mana hal tersebut juga diungkapkan oleh sang pemain melalui situs jejaring sosial pribadinya.

“Terima kasih bagi semua yang terus memberikan saya dukungan dan kata-kata yang menguatkan saya, dan saya harus beristirahat selama kurun waktu delapan pekan,” tulis Nasri di akun pribadi Twitter.

Namun demikian Nasri tidak akan dapat bertarung dalam sejumlah laga kunci bagi City termasuk menjamu Chelsea di stadion Etihad pada 3 Februari, kemudian rival satu kota, Manchester United pada 1 Maret.

Demikian juga dengan kans dari Nasri untuk tampil di babak 16 besar Liga Champions melawan Barcelona pada 18 Februari dan pertemuan kedua di Nou Camp pada 12 Maret.

Kendati demikian kubu City masih menunggu dengan cemas kondisi pemain berusia 26 tahun tersebut, yang menyaksikan tekel brutal dari Yanga-Mbiwa saat pertandingan tinggal tersisa 15 menit lagi, meski rekan sesama di tim nasional Prancis itu menyapu dari belakang saat kehilangan bola.

Ironisnya kejadian tersebut hanya menghasilkan kartu kuning saja kepada Yanga-Mbiwa, sementara Pellegrini menganggap sudah sepatutnya mantan pemain Montpellier itu mengantongi kartu merah langsung karena meninggalkan Nasri dalam kondisi yang mengalami cedera lutut serius.

Hal tersebut ternyata membuat ayah kandung Nasri, Abdelhamid, gusar dan geram melihat tindakan dari Yanga-Mbiwa – di mana, rekan satu timnas yang lain, Yohan Cabaye dan Hatem Ben Arfa, langsung mengunjungi Nasri dan melihat kondisinya lebih lanjut selepas peluit pertandingan ditiup – karena telah melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada anaknya.

Ia mengatakan: “David Ginola yang mengomentari pertandingan di pertandingan itu turut menghampiri Nasri. Ia menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Mapou Yanga-Mbiwa, dan mengatakan kepada Samir: ‘Apa yang dllakukannya kepadamu benar-benar tidak baik, ia bahkan mencoba untuk mengalahkanmu dengan cara menendang lututmu sekeras mungkin.’

“Saya memiliki perasaan yang sama. Ia melakukan tindakan kasar dan tidak beradab, anak itu sudah kalah dalam perebutan bola dan kemudian ia melakukan untuk kedua kalinya dengan kasar. Dan itu sama sekali tidak mengarah ke bola. Ini sama saja sebuah tindakan brutal yang pernah saya lihat dalam sepakbola,” kecam sang ayah.

“Ini sangat mengecewakan. Jika anda tidak dapat merebut bola seharusnya  anda hanya menarik kostum, atau menarik lengan, tetapi sangat diharamkan untuk menendang dari arah belakang, mereka ini harus bekerja lebih keras lagi. Saya harap hal seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang.”